• PESONA AIR TERJUN BARUTUNGNGE

    Sala satu alternatif destinasi wisata alam di kabupaten Barru adalah wisata alam air terjun Baruttungnge

  • BERNUANSA ALAM YANG SEJUK

    Kelebihan wisata Alam Baruttungnge terletak di kawasan desa dengan pemandangan sawah yang memanjakan mata

  • AIR TERJUN DARI MATA AIR PEGUNUNGAN DESA LALABATA

    Memberikan nuansa kesegaran alami dengan air yang berasal dari mata air gunung Desa Lalabata

BUMDES SIPURIO DESA LALABATA

SELAMAT DATANG DI HALAMAN WEBSITE RESMI WISATA ALAM BARUTTUNGNGE BUMDesa LALABATA

Selasa, 12 Oktober 2021

Setelah Gaet Ilmu Dalam Pelatihan, BUMDes Sipurio Lalabata Siap Kembali ke Desa Sinergi Dengan Masyarakat

( Foto : Para Peserta Pelatihan BUMDes Se Kabupaten Barru oleh Balai Pelatihan Dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, Dan Trasmigrasi Makassar)

BUMDes - Sipurio Lalabata Pelatihan Yang Dilaksanakan Oleh Balai Pelatihan Pemberdayaan  masyarakat desa  daerah Tertinggal dan trasmigrasi Makassar Sulawesi Selatan Pada tanggal 7- 8 oktober 2021 Secara Online dan 11 - 12 Secara Offline Di Aula Kantor DPMD PPKB Dan PPPA kabupaten Barru Selasa (12/10/2021).

Pelaksanaan Pelatihan Bumdes yang di ikuti beberapa desa di kabupaten barru terdiri dari empat hari, dimulai dengan pelatihan secara online dua hari dan tatap muka selama dua hari total pelaksanaan pelatihan berjalan empat hari.

Materi yang disuguhkan oleh balai pelatihan merupakan materi penting untuk bagaimana para pengurus BUMDes memahami dan menjalankan Bumdesnya sesuai kaidah Bisnis,Demi ciptakan rencana kerja ,studi kelayakan usaha dan bisnis plan yang sesuai dengan potensi Desa.

Adapun materi yang di jabarkan dalam pelatihan tersebut terdiri dari kelembagaan BUMDes , Perencanaan bisnis usaha BUMDes dan Study kelayakan Usaha, Mengelola Pemasaran Bumdes Produk BUMDes, Praktek Pemilihan Jenis Usaha, Study Kelayakan Dan Model Sistem Kampas ,Praktek Sistem Akuntansi Sederhana Serta RKTL.

Kehadiran Direksi BUMDes Sipurio Lalabata yaitu Direktur Utama Ardiyanto S.Pd dan Fahrul Islam S.KM Direktur Administrasi Sebagai Peserta Berharap untuk bagaimana dengan pelatihan ini mampu mengupgrade pemahaman kami untuk pengembangan BUMDes kedepan. 

Harapan kedepan tentunya Kita Lebih mampu memperbaiki management pengorganisasian Bumdes dan mendesain Kerangka Bisnis Yang berbasis Keterlibatan Masyarakat.

TIM Redaksi
BUMDes Sipurio Lalabata

Kamis, 07 Oktober 2021

Dirut BUMDes Lalabata Salurkan Santunan Kepada Keluarga Korban Tenggelam Dibaruttungnge

(Ardianto Direktur Utam BUMDes Sipurio Lalabata Bersama keluarga korban)

BUMDes Sipurio - Lalabata Korban tenggelam yang merenggut nyawa menyisakan pilu bagi keluarga korban, pasalnya insiden tenggelamnya seorang anak yang di wisata air terjun BUMDes Baruttungnge Desa Lalabata di dapati meninggal saat berenang di wisata tersebut.

Akhirnya Direktur Utama BUMDes Sipurio Lalabata mengunjungi rumah korban, serta memberikan santunan berupa uang tunai.

''Kami turut berbelasungkawa atas meninggalnya korban tenggelam yang merupakan daerah wisata yang kami kelola semoga keluarga yang di tinggalkan diberikan ketabahan"ungkap Ardianto


Rabu, 06 Oktober 2021

Upaya Peningkatan Kapasitas Oprasional, BUMDes Sipurio Lalabata Ikuti Pelatihan Angkatan 53 Yang Dilaksanakan Oleh BPPMDDTT Makassar

BUMDes Sipurio - Lalabata Balai Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal Dan Trasmigrasi Makassar melaksanakan pelatihan peningkatan kapasitas pengurus BUMDesa Kamis ( 7/10/2021) Via Zoom Meeting.

BUMDes Sipurio Lalabata menjadi bagian dari peserta pelatihan tersebut, demi meningkatakan kapasitas personil dapam menjalankan gerakan ekonomi Desa Lalabata.

Dalam Prosesinya Pelaksanaan Pelatihan Oleh BPPMDDTT Makassar di buka oleh Kemendes dan dilanjutkan materi oleh BPPMDDTT Makassar, Adapun Materinya Ialah Terkait Perlembagaan BUMDes

Dalam Pemaparaannya Perlembagaan BUMDes merupahkan proses peningkatan Upaya Gerakan ekonomi Desa, Kegiatan Pelatihan tersebut dimulai Pukul 07.30 pagi hingga Pukul 12.00 Siang.

Menurut Ardianto Dirut BUMDesa Sipurio Desa Lalabata menuturkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan oleh BPPMDDTT sangat begitu membantu kami pengurus BUMDes dalam memahami lebih dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Desa ini, Muda Mudahan hasil Dari Pelatihan kedepan mampu mengupgrade pemahaman pengurus kedepan.ungkapnya

Di Ketahui Pelaksanaan Pelatihan yang di laksanakan oleh Balai Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal Dan Trasmigrasi Makassar dilaksanakan selama 4 hari 2 hari online dan 2 hari offline yang di mulai tanggal 7-8 oktober secara online dan 11-12 secara offline.


Jumat, 01 Oktober 2021

Dorong Pengembangan UMKM Desa, Sekdes Lalabata Support Pemuda Berwirausaha

BUMDes Sipurio - LALABATA Perkembangan Umkm Masyarakat kabupaten Barru kini mulai berkembang hingga merambah di kalangan masyarakat Desa.

Salah satunya di Desa Lalabata, Pemuda Desa Lalabata kini mulai bangkit menyadari bahwa aktivitas mereka butuh mengarah produktif, salah satunya ialah membentuk kelompok UMKM.

Seperti salah satu kelompok UMKM pemuda yang mengolah hasil bumi Desa Lalabata untuk di olah menjadi bahan makanan yang bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomis ubi kayu.

Kelompok UMKM keripik Lala merupakan produk kelompok pemuda yang sudah mulai di pasarkan, Dasar hadirnyan kenapa harus ubi kayu, karena Desa Lalabata memiliki Potensi Ubi Kayu yang Luar Biasa.

Menurut Sekdes Lalabata Dedi Said S.Sos bahwa patut di apresiasi adik adik kita yang memulai kelompok UMKM, saya sudah coba kripiknya sangat gurih ,apalagi bahan yang dipakainya adalah bahan organik, penyedap rasanya pun dari bahan organik, sehingga menyehatkan dan tidak memliki efek samping ketika kita konsumsi dalam jangka waktu lama.

Harapan Kami dari pemerintah Desa, Semoga adik adik kita konsisten dalam usahanya, kami dari Pemerintah Desa Siap Support Demi peningkatan Ekonomi Desa Kita, Ungkap Dedi.

Senin, 27 September 2021

Pengawas Bumdesa Sipurio Desa Lalabata : Bumdes Kebangkitan Ekonomi Desa




 Lalabata - Salah satu pengawas Badan Usaha Milik Desa Sipurio Lalabata menuturkan bahwa perusahaan desa ini merupakan potensi desa dalam pengembangan ekonomi desa, itu di dasari dari intraksi bisnis to bisnis masyarakat desa menjadikan mereka sebagai subject dalam aktivitas ekonomi Desa.

Agus Zainal yang merupakan seorang akademisi yang pulang ke desanya, untuk masuk berkontribusi dalam pembangunan Desa, khususnya peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Lalabata, Alumnus Universitas cendrawasi Papua Tersebut berhasrat ingin melibatkan masyarakat dalam pembangunan ekonomi Desa.

Desa Hari ini sudah Berbeda Dengan Desa di era tahun 80an , Sejak kehadiran Bumdes mampu menciptakan lapangan kerja baru untuk masyarakat Desa agar para pemuda desa kita kedepan tak ada lagi meninggalkan desanya untuk merantau, tutur Kord RT desa Lalabata

Menparekraf: Pemulihan Ekonomi Pariwisata Secara Umum Jadi Fokus di 2021

 Jakarta, Kominfo - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan pemulihan ekonomi di sektor pariwisata akibat pandemi COVID-19 secara umum jadi program besar pemerintah di tahun 2021 dengan juga memperhatikan perkembangan aspek 3A (atraksi, aksesibilitas, dan amenitas) di destinasi, khususnya di 5 Destinasi Super Prioritas (DSP).

Wishnutama Kusubandio dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (14/8/2020), mengatakan pada 2021 pembangunan pariwisata diarahkan untuk mendorong pemulihan ekonomi secara umum.

“Program ke depan akan difokuskan pada pemulihan pariwisata terutama mengembangkan 5 destinasi prioritas yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang,” kata Wishnutama.

Lebih lanjut, kebijakan mulai tahun depan juga akan ditekankan pada upaya pengembangan aspek 3A, atraksi, aksesibilitas, dan amenitas.

Selain itu, ia juga menekankan peningkatan pada 2P yaitu promosi dan partisipasi pelaku usaha swasta. Di sisi lain akan dilakukan pendekatan storynomics tourism yang mengedepankan narasi, konten kreatif, living culture, dan kekuatan budaya, serta pemanfaatan skema KPBU dalam membangun pusat-pusat hiburan, seperti theme park yang akan menyerap banyak wisatawan.




Menurut dia, pengembangan pariwisata tidak sekadar membangun infrastruktur atau membuat event. Ada hal penting juga yaitu meningkatkan interpretasi terhadap suatu tempat atau destinasi pariwisata.

Storynomics tourism, misalnya, yang merupakan sebuah formula pendekatan pariwisata yang mengedepankan narasi, konten kreatif, dan kehidupan budaya, serta menggunakan kekuatan budaya sebagai DNA destinasi," kata Wishnutama.

Mengemas keindahan pariwisata Indonesia dalam satu cerita itu menjadi hal yang penting dalam rencana pengembangan sektor pariwisata khususnya di 5 destinasi pariwisata super prioritas (Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo dan Likupang) pada tahun 2021.

Melalui sejumlah strategi ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih luas mengenai cerita-cerita menarik di balik destinasi wisata super prioritas tersebut. 

Presiden Joko Widodo dalam Pidato Pengantar Nota Keuangan di Gedung MPR/DPR pada 14 Agustus 2020 mengatakan, pembangunan pariwisata di tahun 2021 diarahkan untuk mendorong pemulihan ekonomi. 

Kebijakan dilakukan dengan pengembangan destinasi yang fokus di 5 Destinasi Super Prioritas, pengembangan aspek amenitas, atraksi dan aksesibilitas, pendekatan storynomics tourism serta pemanfaatan skema KPBU (Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha) dalam membangun pusat-pusat hiburan, seperti theme park yang akan menyerap banyak wisatawan.

Masukan Masyarakat Perlu untuk Kolaborasi Peningkatan Area Wisata




Pariwisata menjadi salah satu sektor yang paling terpukul selama Covid-19 mewabah. Namun kini, pariwisata mulai meningkat perlahan yang berpengaruh bagi ekonomi warga sekitar area wisata. Banyaknya penyesuaian dengan kondisi pandemi, masukan dari masyarakat perlu ditampung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk bisa berkolaborasi dengan banyak pihak.

Hal itu disampaikan Deputi bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Diah Natalisa saat acara Standar Pelayanan dan Panduan Pemberian Pelayanan Pasca-pandemi Covid-19 pada Sektor Pariwisata, secara virtual, Rabu (22/09). Diah mendorong Kemenparekraf bisa menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik (FKP), terutama dalam kondisi saat ini.

“Dengan Forum Konsultasi Publik, kita dapat membuka jalan untuk dapat berkolaborasi dengan banyak pihak, dan tentunya dapat memantik lahirnya inovasi dan kreasi baru dalam pelayanan di sektor kepariwisataan,” ujar Diah. Diah menegaskan, masukan dari masyarakat atau pemangku kepentingan terkait merupakan perbaikan yang sangat bernilai.

Saat ini, akses informasi tersedia sangat luas bahkan seakan tanpa batas. Kondisi tersebut bisa digunakan secara maksimal untuk diseminasi informasi pelayanan publik di bidang pariwisata. Melalui sistem informasi, pemerintah tidak hanya bisa menyampaikan informasi, tetapi juga promosi berbagai layanan pariwisata yang tersedia di seluruh negeri.

Informasi mengenai lokasi wisata juga harus menyertakan standar pelaksanaan higienitas pada area, sarana, dan prasarana yang digunakan bersama. Pengelola wisata juga harus menyertakan standar untuk penerapan jaga jarak, pembatasan kuota wisatawan, serta penegakkan disiplin penerapan protokol kesehatan.

“Kami mendorong agar pengelola dapat memiliki SOP yang mengacu pada panduan CHSE pada daya tarik wisata,” ungkap Diah. Perlu diketahui, CHSE adalah program Kemenparekraf berupa penerapan protokol kesehatan yang berbasis pada Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan).

Pengelola wisata juga harus menetapkan ketentuan lain sesuai anjuran Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah terkait, dan Satuan Tugas Covid-19 Daerah. “Juga menyiapkan SOP untuk menangani kondisi darurat kesehatan dan berkoordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,” tambah Diah.

Diah juga menekankan terkait profesionalisme SDM yang harus memahami pola hidup budaya sehat atau PHBS. Mitra terkait pengelolaan wisata juga harus memahami protokol kesehatan dan menerapkannya dengan disiplin.

Sebagai panduan, Kemenparekraf bisa mendorong agar penyelenggara layanan wisata bisa melatih karyawan, pemandu wisata, atau masyarakat sekitar untuk mempersiapkan dan melaksanakan SOP sebelum area wisata dibuka. Uji coba dan simulasi wisatawan juga sebaiknya dilakukan secara bertahap. Menurut Diah, jika diperlukan bisa juga membentuk dan melatih tim khusus penanganan kondisi darurat kesehatan, keselamatan, dan keamanan.

Karena berbagai pembatasan, Diah menyarankan agar pengelola wisata melakukan beragam inovasi, termasuk menggunakan pembayaran non-tunai serta menggunakan aplikasi PeduliLindungi. “Dalam hal ini, kita juga dapat mendorong agar penyelenggara layanan pariwisata dapat memiliki mekanisme pengembalian dana bagi wisatawan yang tidak diperkenankan masuk karena alasan kesehatan dan keamanan untuk pencegahan dan penanganan Covid-19,” tutup Diah. (don/HUMAS MENPANRB)